Home Berita Mendag Enggar akan singgung soal bawang putih di KTT APEC Hanoi

Mendag Enggar akan singgung soal bawang putih di KTT APEC Hanoi

Mendag Enggar ingin memastikan harga bawang putih di pasar tradisional terjangkau oleh rakyat.

169
0
SHARE
TINJAU HARGA. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita tengah meninjau Pasar Sentral Hamadi, Jayapura untuk mengecek stok di bulan Ramadan dan Lebaran pada Selasa, 9 Mei. Foto diambil dari akun Twitter @Kemendag

JAKARTA, Indonesia – Indonesia memprakarsai agenda pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan untuk mengatasi jurang kesejahteraan di kawasan Asia Pasifik. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI), Kementerian Perdagangan, Imam Pambagyo. Imam hadir di Hanoi, Vietnam, dalam pertemuan pejabat senior negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), pada 17-18 Mei.

“Keterbukaan perdagangan dan investasi di kawasan APEC diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk perbaikan taraf hidup masyarakat desa,” kata Imam Pambagyo, dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler pada Kamis, 18 Mei.

Pertemuan pejabat senior di Hanoi mengawali pertemuan tahunan Menteri Perdagangan Ekonomi negara anggota APEC yang akan digelar pada tanggal 20-21 Mei. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan hadir dalam pertemuan ke-23 itu, bersama 20 menteri perdagangan dan ekonomi negara anggota lainnya.

Pertemuan di Hanoi digelar di tengah berkembangnya kecenderungan proteksionisme di beberapa negara maju. Para menteri akan mendiskusikan strategi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, kelancaran perdagangan, dan investasi di kawasan Asia Pasifik. Vietnam yang menjadi tuan rumah pertemuan APEC tahun ini mengangkat tema “Creating New Dynamism, Fostering a Shared Future”.

Tuan rumah Vietnam mengharapkan pertemuan kali ini membahas prioritas peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, inklusif dan inovatif, integrasi ekonomi regional, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan ketahanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan.

Bahas bawang putih dengan Tiongkok

Delegasi Indonesia akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral di Hanoi. “Saya akan bertemu menteri ekonomi Tiongkok. Ada banyak isu yang akan kami bahas. Prinsipnya, saya ingin hubungan ekonomi dengan negara mitra dilakukan terutama untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Enggartiasto dalam pertemuan dengan para editor media massa di Kemendag, di Jakarta, Kamis malam, 18 Mei.

Enggar tidak membantah bahwa kasus impor bawang putih akan menjadi salah satu tema bahasan. Indonesia mengimpor 90 persen bawang putih dan hampir semuanya dari Tiongkok.

Enggar ingin memastikan bahwa harga bawang putih di pasar tradisional dan pasar ritel modern terjangkau oleh rakyat dan tidak hanya menguntungkan importir dan pengusaha.

“Saya juga akan meminta mereka mengimpor produk hortikultur Indonesia agar neraca perdagangan kita positif,” kata dia.

Pada 16 Mei lalu, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggrebek dua gudang berisi 182 ton bawang putih milik PT TPI yang berada di Jalan Marunda, Jakarta Utara. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya, melalui keterangan tertulis, Rabu kemarin, mengatakan, hasil penyidikan sementara, bawang tersebut diselundupkan dari Tiongkok dan India.

Menurut Imam Pambagyo, APEC mempunyai daftar pekerjaan yang cukup panjang. Pencapaian Bogor Goals pada tahun 2020 yaitu perdagangan dan investasi yang terbuka di kawasan Asia Pasifik, adalah salah satu di antaranya.

“Agenda keterbukaan perdagangan dan investasi yang digagas pada pertemuan APEC tahun 1994 di Bogor masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Yang paling utama adalah bagaimana agar manfaat keberadaan APEC dapat dirasakan secara merata di semua lapisan masyarakat,” kata dia.

Beberapa hal yang perlu ditingkatkan pembahasannya di APEC menurut Imam, adalah konektivitas dan infrastruktur kawasan untuk kelancaran rantai pasok dan penggiatan keterlibatan UMKM.

“UMKM selalu menjadi salah satu fokus utama APEC. Bagaimana infrastruktur dapat mendukung UMKM dalam mata rantai produksi global telah menjadi agenda tetap. Tujuannya agar manfaat keberadaan APEC dapat dirasakan secara merata di semua lapisan masyarakat,” katanya.