Home Berita Indonesia Tolak Pernyataan Kemerdekaan Catalunya

Indonesia Tolak Pernyataan Kemerdekaan Catalunya

140
0
SHARE

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Indonesia tidak mengakui kemerdekaan Catalunya dan tidak mendukung pemisahan Catalunya dari Spanyol.

“Indonesia tidak mengakui pernyataan sepihak kemerdekaan Catalunya,” kata pernyataan dari Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi seperti dilansir pada laman resmi Twitter Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Sabtu (28/10/2017), seperti diberitakan Antara.

Pemerintah Indonesia juga menganggap Catalunya sebagai bagian dari wilayah Spanyol. “Catalunya adalah bagian integral Spanyol. Indonesia tidak akan mengakui kemerdekaan Catalunya,” demikian pernyataan Menlu Retno Marsudi pada laman resmi Twitter Kemlu RI.

Catalunya menyampaikan deklarasi kemerdekaan sepihak setelah wilayah tersebut mengadakan referendum penentuan nasib sendiri pada 1 Oktober lalu.

Namun, referendum tersebut dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol, karena melanggar konstitusi Spanyol.

Pada Jumat (27/10/2017) kemarin, Parlemen Catalunya mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol. Akan tetapi, di balik sikap Catalunya tersebut muncul pertentangan dari berbagai pihak.

Pihak yang sudah jelas menentang adalah pemerintah Spanyol. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy bahkan membubarkan Parlemen Catalunya dan meminta pemilihan regional dilakukan sesegera mungkin.

“Pemimpin Catalunya (Carles Puigdemont) memiliki kesempatan untuk kembali ke jalan yang legal dan mengadakan pemilihan umum di wilayah tersebut. Keputusan ini diinginkan oleh mayoritas rakyat Catalunya, namun ia (Puigdemont) tak menginginkannya. Oleh sebab itu pemerintah Spanyol mengambil langkah yang diperlukan untuk mengembalikan Catalunya ke jalan yang legal,” ungkapnya seperti dilansir BBC.

Rajoy mengatakan penegakan aturan langsung kepada Catalunya merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah Spanyol melakukannya demi “normalisasi keadaan.” Rajoy juga secara resmi memecat jabatan Carles Puigdemont dan anggota kabinet Catalunya yang lainnya.

Sikap Negara-negara Eropa Soal Pernyataan Kemerdekaan Catalunya

Referendum Catalunya telah menyedot perhatian publik internasional. Tak hanya Spanyol, negara-negara tetangga di Eropa juga menyatakan sikapnya. Jerman dan Inggris, misalnya, menolak untuk mengakui referendum Catalunya dan mendukung pemerintahan Spanyol di Madrid.

Pemerintah Jerman, pada Rabu (25/10/2017) waktu setempat mengatakan tidak akan mengakui kemerdekaan Catalunya dan akan mendukung pemerintah Spanyol dalam persengketaan ini. Sementara itu, pemerintah Inggris mengatakan tidak akan mengakui kemerdekaan Catalunya. Juru bicara pemerintahan Inggris mengatakan deklarasi kemerdekaan Catalunya didasarkan pada pemungutan suara yang ilegal.

“(Pernyataan kemerdekaan) itu didasarkan pada pemungutan suara yang sebelumnya dinyatakan ilegal oleh pengadilan Spanyol. Kami selanjutnya ingin melihat bahwa aturan hukum ditegakkan, undang-undang dasar Spanyol dihormati serta kesatuan Spanyol dipelihara,” papar juru bicara pemerintah Inggris kepada Xinhua.

Di lain sisi, Presiden Uni Eropa Donald Tusk lewat akun Twitter-nya mengungkapkan harapannya untuk Spanyol agar dapat mengambil tindakan yang cepat; bukan sebatas argumen belaka.

Negara lain yang menolak akui kemerdekaan Catalunya yakni Meksiko. Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dalam posting Twitternya menyampaikan pemerintahan Meksiko tidak akan mengakui deklarasi kemerdekaan Catalunya dari Spanyol, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.

Pena Nieto tegas-tegas menyatakan berdiri di sisi Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy saat dia menghadapi krisis politik yang paling akut sejak demokrasi menyapa negeri itu pada 1978.

“Meksiko tidak akan mengakui proklamasi kemerdekaan sepihak Catalunya. Kami mengharapkan solusi politik nan damai,” tulis Pena Nieto.

Perancis dan Amerika Serikat juga menyuarakan dukungan yang sama untuk persatuan Spanyol.