Home Berita Indonesia kerjasama promosi untuk genjot ekspor ke Hong Kong

Indonesia kerjasama promosi untuk genjot ekspor ke Hong Kong

Nilai rata-rata total perdagangan nonmigas Indonesia-Hong Kong selama 5 tahun terakhir tercatat sebesar US$ 4,36 miliar

185
0
SHARE
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kiri) didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) menghadiri Rapat Rakorwil TPID Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/4). Foto oleh Didik Suhartono/ANTARA

HONG KONG, Tiongkok —Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) menjalin kerja sama di bidang promosi perdagangan. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda dan Direktur Eksekutif HKTDC Margaret Fong pada 1 Mei 2017 di Hong Kong dalam rangkaian acara Pertemuan Bisnis Indonesia-Hong Kong.

Pertemuan terrsebut dihadiri Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Dubes RI di Beijing Soegeng Rahardjo, Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat, serta 300 pelaku usaha dari Hong Kong dan Indonesia. “Dengan adanya penandatanganan MoU ini, diharapkan produk-produk ekspor Indonesia dapat dikembangkan sesuai dengan selera pasar internasional dan tren produk masa kini yang pada akhirnya dapat terus meningkatkan volume perdagangan Indonesia,” kata Enggartiasto, dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler, Selasa 2 Mei 2017.

MoU ini merupakan pembaruan komitmen antara Kemendag HKTDC sebagaimana telah tercantum dalam MoU sebelumnya yang ditandatangani pada 2012 dan berakhir masa berlakunya pada 20 Februari 2015. Arlinda menjelaskan kerja sama ini merupakan bukti pemerintah menyadari pentingnya sisi promosi yang harus terus diperkuat untuk meningkatkan ekspor nasional. MoU yang baru ini lebih menekankan pada kerja sama di bidang promosi, yaitu pertukaran informasi, penyelenggaraan dialog bisnis, pemanfaatan platform elektronik, serta pelatihan kepada pelaku ekspor nasional,” kata Arlinda.

Target industri yang akan dikembangkan melalui kerja sama ini antara lain decorative arts & crafts, houseware, furniture, gift, toys and games, gems and jewellery, garment and textiles, fashion and accessories, food and beverage, tea, stationery, home textile, information and communication technology (ICT), medical equipment, baby products, fish and fisheries, dan footwear.

Direktur Eksekutif HKTDC Margaret Fong menyatakan melalui penandatanganan MoU ini diharapkan pelaku usaha di Hong Kong dapat meningkatkan hubungan perdagangan dengan pengusaha Indonesia. Sebaliknya, para pengusaha Indonesia dapat menggunakan platform online market place HKTDC yang selama ini sudah lama digunakan dunia usaha internasional dalam melakukan transaksi perdagangan.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Hong Kong

Hong Kong merupakan pasar prospektif bagi Indonesia. Nilai rata-rata total perdagangan nonmigas Indonesia-Hong Kong selama 5 tahun (2012-2016) tercatat sebesar US$ 4,36 miliar dolar. Pada 2016, nilai total perdagangan nonmigas tercatat sebesar US$ 3,90 miliar dolar, dengan nilai ekspor nonmigas sebesar US$ 2,14 miliar dolar dan nilai impor nonmigas sebesar US$ 1,76 miliar, sehingga Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 380 juta.

Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2017 tercatat sebesar US$ 193 juta dolar dengan produk ekspor utama Indonesia ke Hong Kong mencakup perhiasan, makanan olahan, emas, produk elektronik, dan produk perikanan. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Hong Kong pada Januari 2017 tercatat sebesar US$ 138,93 juta dolar dengan produk impor utama Indonesia dari Hong Kong antara lain aksesoris, kertas dan produk kertas, produk plastik, tekstil dan produk tekstil, dan produk besi.

Hong Kong merupakan global hub perdagangan dunia yang dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk bagi produk-produk Indonesia ke pasar internasional, terutama ke Tiongkok yang merupakan pasar dengan lebih dari 1,4 miliar penduduk.