Home Berita Harga bahan pokok di Sorong masih tinggi

Harga bahan pokok di Sorong masih tinggi

163
0
SHARE
Bappepti meminta pelaku ritel modern di Papua Barat agar menyesuaikan ke harga eceran tertinggi (HET)

SORONG, Papua Barat – Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengimbau kepada para pelaku usaha ritel modern di Kota Sorong, Papua Barat, agar menjaga harga jangan terlalu jauh dari ketentuan harga eceran tertinggi (HET). HET yang ditetapkan yaitu untuk komoditas utama gula Rp12.500/kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan daging beku Rp80.000/kilogram.

Bachrul menyampaikan hai ini saat meninjau beberapa ritel modern lokal pada kunjungan kerja hari ke-2 di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (27/4). “Di sini kami menemukan harga ketiga komoditas tersebut masih dalam harga terjangkau meski sedikit di atas harga rata-rata nasional. Kami mengharapkan pelaku usaha ritel lokal di sini agar tidak mengambil keuntungan terlalu besar agar dapat mendekati HET,” ujar Bahrul, dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler.

Menurut Bachrul, dari sisi pasokan, situasinya masih terpantau baik meski harus diantisipasi adanya lonjakan permintaan. Dari kunjungan kerja itu diperoleh informasi bahwa di wilayah Papua Barat, khususnya di Sorong, belum ada ritel modern yang menjadi anggota Aprindo. Meski belum ada ritel modern yang menerapkan HET di Sorong ini, kami akan terus memantau kestabilan pasokan agar mencukupi dan harga berada di tingkat yang terjangkau, meski tidak mengikuti kebijakan HET,”lanjut Bachrul.

Pada kunjungan ke tiga ritel modern di Sorong, diperoleh data harga penjualan gula pasir curah Rp13.500-14.500/kilogram, gula pasir Gulaku Rp17.000-19.800/kilogram, dan daging beku Rp120.000-130.000/kilogram. Sedangkan minyak goreng kemasan sederhana tidak tersedia di ritel modern. Yang dijual adalah minyak goreng premium (Bimoli, Filma, Kunci Mas) dengan harga Rp14.700-17.400/liter.

Bachrul menganjurkan para peritel untuk mengambil pasokan dari Bulog agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Menurut dia, saat ini stok gula di gudang Bulog masih mencukupi untuk 3 bulan ke depan.

Bachrul merekomendasikan para pelaku usaha ritel di Sorong untuk bergabung dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar dapat mengambil banyak manfaat dan memperluas jaringan. Selain itu, pelaku usaha diharapkan dapat berpartisipasi menyosialisasikan kepada pemasok mereka mengenai ketentuan pendaftaran distributor sesuai Permendag No. 20 Tahun 2017.

Kementerian Perdagangan memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Aprindo dengan distributor gula, minyak goreng, dan daging pada 4 April 2017 di Jakarta. Kesepakatan tersebut menetapkan haga jual maksimal untuk tiga komoditas utama gula Rp12.500/kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan daging beku Rp80.000/kilogram.